Rabu, 08 Januari 2014

Biosintesa Vitamin dan Mineral

VITAMIN
Pengertian
a)      Senyawa organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit dan sebagai kofaktor
b)      Bahan esensial untuk reaksi metabolisme dalam sel
c)      Zat yang melangsungkan pertumbuhan secara normal
d)     Zat yang bertujuan memelihara kesehatan
e)      Zat yang mengubah lemak dan karbohidrat menjadi sebuah energy
f)       Pengatur pembentukan tulang dan jaringan
Pembagian vitamin ada 2 :
a)      Prakoenzim (vitamin yang larut dalam air). Dengan ciri-ciri:
a.       Vitamin yang tidak disimpan dalam tubuh
b.      Vitamin yang tidak beracun
c.       Vitamin yang diesensial dalam urin
d.      tidak hanya tersusun atas unsur-unsur karbon, hidrogen dan oksigen
e.       tidak memiliki provitamin
f.       terdapat di semua jaringan
g.      sebagai prekusor enzim-enzim
h.       diserap dengan proses difusi biasa
i.        tidak disimpan secara khusus dalam tubuh
j.        relatif lebih stabil, namun pada temperatur berlebihan menimbulkan kelabilan.
Contoh: tiamin, riboflavin, asam nikotinat, piridoksin, asam folat, biotin, asam pantolenat, vitaman B 12, vitamin C
b)      Alosterin (vitamin yang larut dalam lemak). Dengan cirri-ciri
a.       Vitamin yang disimpan dalam tubuh. Apabila kebanyakan vitamin ini menyebabkan penyakit hipervitaminosis, apabila kekurangan vitamin ini akan mengalami penyakit devisiensi
b.      tidak terdapat di semua jaringan
c.        terdiri dari unsur-unsur karbon, hidrogen dan oksigen
d.      memiliki bentuk prekusor atau provitamin
e.        menyusun struktur jaringan tubuh
f.        diserap bersama lemak
g.       disimpan bersama lemak dalam tubuh
h.      diekskresi melalui feses
i.         kurang stabil jika dibandingkan vitamin B, dapat dipengaruhi oleh cahaya, oksidasi dan lain sebagainya
Contoh: vitamin A,D, E,K
Vitamin larut dalam air
1)    Asam nikotin (nasin)
Vitamin ini merupakan bahan dasar dari koenzim nikotinamida adenine dinukleotida   dan koenzim ini berasal dari enzim dehidrogenase dengan mentransfer hydrogen dalam reaksi oksidasi reduksi
2)   Tiamin (vitamin B2)
Vitamin ini sebagai antineuritik (penormal susunan syaraf). Vitamin ini dimiliki oleh koenzimtiamin pirofosfat (TPP) untuk reaksi-reaksi dekarboksilasi asam α keto, oksidasi αketo, transketolasi. Bagian aktif dari koenzim TPP adalah gugus tazolnya.
3)   Riboflavin (B2)
Vitamin ini adalah pembentuk flavin mononukleotida (FMN). Apabila kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan keilosis (kerak sudut mulut dengan warna merah)
4)   Piridoksin, piridoksal, piridoksamin (vitamin B6)
Koenzim piridoksal fosfat berpartisipasi dalam reaksi-reaksi metabolism asam amino. Seperti reaksi transaminamasi, dekarboksilasi dan reseminasi. Masing-masing dari reaksi ini berlangsung dengan katalis enzim yang sama yaitu piridoksal fosfat
5)   Asam folat
Tetrahidrofalat berperan dalam pembentukan komponen-komponen RNA dan DNA untuk pembelahan sel dan reproduksi
6)   Vitamin B12
Defisiensi vitamin ini biasanya disebabkan oleh kerusakan system absorbs.
7)   Asam pentolentat
Vitamin ini membentuk koenzim A dengan gugus aktif  yaitu gugus  -S-H. biasanya ditulis KoA-SH/HS-KoA. Gugus karboksil dari substrat koenzimA membentuk ikatan tioester. Koenzim A berfungsi sebagai pemindah gugus aksil
8)   Vitamin C
Vitamin ini berperan dalam hidroksilasi prolin dan lisin jadi hidroksiprolin dan hidroksilisin yang merupakan bahan pembentuk kolagen. Vitamin C banyak terlibat dalam pernafasan sel, pembentukan zat-zat intraseluler, kolagen. Vitamin C merupakan reduktor kuat. Bentuk teroksidasinya adalah asam dehidroaskorbat. Kadar vitamin C yang tinggi dapat meningkatkan sintesis vitamin B komplek dalam intestin

Vitamin larut dalam lemak
1)   Vitamin A
Vitamin A adalah suatu alkohol dengan kandungan. Didalam provitamin A terdapat senyawa karoten. Vitamin A berperan dalam proses melihat, yaitu proses fotokimia pada retina. Berperan juga pada sintesis mukoprotein dan mukopolisakarida yang berfungsi mempertahankan kesatuan  epitel, vitamin A juga berperan dalam proses pertumbuhan. Devisiensi vitamin A dapat menyebabkan rabun malam atau rabun senja, perubahan epitel, perkembangan tulang dan gigi yang tidak normal. Kelebihan vitamin A menyebabkan keracunan.
2)   Vitamin D
Vitamin D mengatur absorbs kalsium dan fosfor dari saluran pencernaan makanan, mengatur kalsifikasi tulang dan gigi, membuat mokusa usus halus lebih permeable untuk kalsium dan fosfor, melancarkan transport aktif kalsium melalui membran. Vitamin ini terdapat padaminyak ikan, susu, sinar ultra violet
3)   Vitamin E
Vitamin ini berfungsi sebagai zat anti oksidan, menerangi terjadinya oksidasi vitamin A, karotin, asam lemak tidak jenuh dan menjaga kesuburan individu. Kekurangan vitamin ini menyebabkan hemilisis sel-sel darah merah dan anemia. Vitamin ini berasal dari jaringan tumbuhan seperti minyak tumbuhan, sayuran hijau, kacang-kacangan
4)   Vitamin K
Vitamin K merupakn senyawa pembentuk thrombin dan protein-protein pembekuan darah,berpartisipasi dalam proses fosforilasi oksidatif dalam metabolism sel. Kekurangan vitamin ini menyebabkan hemoragi dan waktu pembekuan darah panjang. Vitamin K ditemukan pada daun hijau dan hati, viamin K1 ditemukan dalam bakteri.



MINERAL
Pengertian
Mineral merupakan unsur-unsur yang berada dalam bentuk sederhana, terkadang dapat disebut sebagai nutrien atau gizi anorganik. Unsur mineral terbukti esensial dalam makanan ada kurang-lebih tujuh belas. Analisis abu mineral menunjukkan ada lebih dari dua puluh macam unsure yang terdapat dalam tubuh.
Unsur-unsur mineral dalam tubuh tergolong esensal sebagai zat gizi terbagi menjadi 2 yaitu:
1.      Makronutrien (nutrisi  mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang besar):
a)      Kalsium
Mineral ini memiliki kadar 80% dalam tubuh berbentuk kalsium fosfat Kristal yang tidak larut dan memberikan kekuatan pada gigi.
b)      Fosfor
Mineral ini menempati  22% dari seluruh mineral yang ada.  Fosfor berfungsi sebagai struktur gigi dan tulang, memiliki senyawa ATP, kreatin fosfat, koenzim dari golongan vitamin B, protein konjugasi, fosfolipid yang penting untuk tubuh.
c)      Kalium
Memiliki kadar 5% dalam tubuh yang merupakan unsure intrasel. Berfungsi untuk mengatur keseimbangan air dan distribusinya, menjaga agar keseimbangan asam dan basa tetap normal dan menjaga agar keseimbangan osmotik normal.
d)     Sulfur
Belerang terdapat sebagai konstituen asam amino sistin, sistein dan metionin. Unsur ini terdapat pada semua protein terutama pada keratin kulit, rambut, pada insulin hormon  yang mengontrol metabolisme karbohidrat, terdapat pada karbohidrat heparin sebagai antikoagulan dalm hati. Vitamin yang mengandung belerang adalah tiamin dan biotin.
e)      Natrium
Kadar natrium dalam tubuh berkadar 2%. Natrium terdapat di luar sel, berfungsi untuk mengatur keseimbangan air dan distribusinya, menjaga agar keseimbangan asam dan basa tetap normal dan menjaga agar keseimbangan osmotik normal.
f)       Klor
Memiliki kadar 3% dari seluruh jumlah mineral tubuh. Klor terdapat di luar sel. Berfungsi untuk mengatur keseimbangan air dan distribusinya, menjaga agar keseimbangan asam dan basa tetap normal dan menjaga agar keseimbangan osmotik normal.
g)      Magnesium
2.      Mikronutrien (nutrisi mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah  yang sedikit):
a)      Besi
Kebanyakan dari besi esensial terdapat dalam hemoglobin, kira-kira 5% terdapat dalam otot (mioglobin), kurang dari 1% terdapat dalam sel tubuh sebagai enzim oksido-reduktase. 20% disimpan dalam hati, sumsum tulang belakang dalam limpa sebagai feritin dan hemosiderin. Dalam plasma darah besi terdapat sebagai transferin.
Unsure besi diserap melalui dinding usus dalam bentuk ion fero, yang  terlebih dahulu disimpan dalam hati, limpa dan sumsum tulang belakang. Kemudaian dibawa oleh plasma darah ke seluruh jaringan tubuh dalam bentuk kompleks besi-protein. Penyerapan besi dibantu oleh keasaman cairan lambung dan vitamin C. ion feri diserap tetappi tidak semudah ion fero. Penyerapan ion besi terbanyak berlangsung di duodenum bagisn atas dan dikontrol oleh mukosa intestine.
b)      Seng
c)      Selenium
d)     Mangan
e)      Tembaga
Termasuk dalam bagian hemoglobin yang berperan dalam proses maturasi sel-sel dalam darah merah, proses pembentukan hemoglobin dan mempermudah absorbsi besi. Sejumlah protein yang mengandung tembaga misalnya seruliplasmin, eritrokrupein, sitokrom C-oksidase, tirosinase, monoamine, aksidase, oksidase asam askorbat.
f)       Iodium
Iodiom merupakan bagian dari hormone kelenjar tiroid, yakni tirosin dan triiodotirosin. Dalam tubuh mengandung 20-30 mg iodium. 60% berada dalam kelenjar tiriod dan selebihnya tersebar di jaringan-jaringan tubuh, terutama ovariium, otot, dan darah.
Iodium dalam bentuk ion iodide mudah diserap melalui dinding usus dan dieksresi melalui urin. Hasil serapan dibawa oleh darah ke kelenjar tiroid untuk pembentukan hormon. Kekurangan iodium menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang mengakibatkan pembengkakan pada leher, terjadinya kretinisme dan terganggunya kecerdasan. Iodium terdapat pada ikan, kerang dan tumbuhan yang hudup di pantai atau dapat diperoleh dari iodisasi garam
g)      Molibden
h)      Kobalt
Kobalt merupakan komponen vitamin B 12. Vitamin ini penting untuk meturasi sel-sel darah merah dan menjaga normalisasi kerja semua sel. Defisiensi kobalt menyebabkan anemia pernisiosa yaitu ketidakmampuan mukosa lambung memproduksi mukoprotein yang penting untuk penyerapan vitamin B 12.
Kobalt hanya sediki diserap melalui dinding usus , limpa, hati, ginjal dan pancreas. Dalam darah kurang lebih berjumlah 1 mikro gram per ml. kobalt terdapat pada sumber hewani. Terlalu banyak koblat dalam tubuh menyebabkan polisitemia(produksi sel darah merah berlebihan)
i)        Flour
Mineral ini terdapat pada gigi, tulang, tumbuhan dan jaringan hewan. Kekurangan flour mengakibatkan gigi lemah dan mudah berlubang. Flour paling banyak terdapat pada air minum.
j)        Krom
3.      Lain-lain yang fungsi khususnya belum diketahui
a)      Strontium
b)      Brom
c)      Vanadium
d)     Emas
e)      Perak
f)       Nikel
g)      Timah
h)      Aluminium
i)        Bismuth
j)        Arsen
k)      Boron
l)        Oksigen
m)    Karbon
n)      Hidrogen
o)      Nitrogen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar