Sabtu, 11 Januari 2014

contoh cerpen remaja



ROKOK MENCABUT NYAWA IBU TERCINTA
 Awan merayap pada pucuk daun cemara,  menggenang air hujan di salah satu sudut gerbang SMA Negeri 22 Jakarta Timur.
“ Bruakkkk..... ”, hentakan  kaki Dias melewati pagar setinggi tiga meter.langkahnya perlahan menyusuri halaman sekolah menuju belakang kantin. Disitulah Dias menghabiskan waktu paginya dengan ditemani puntung rokok.
 Dias menghabiskan paginya untuk merokok. Murid SMA Negri 22 jakarta timur yang berlangganan sanksi skor, hari ini masih telat masuk jam pelajaran. Perlahan Dias mengintip ruang E-5. Di ruang inilah jam pelajaran yang akan diikuti Dias selanjutnya. Dias masuk kelas dengan langkah mundur menuju tempat duduk kosong dibelakang Tino. Hal jail muncul difikiran tino. Belum sempat Dias sampai di tempat duduk yang ia tuju, tiba-tiba Tino mengangkat tangannnya, dan bertanya pada pak Firman
“pak...... kata setelah dari pada, itu apa pak?” ucap Tino memecah keheningan
Saat itu juga, pak firman menghentikan aktivitas menulis penjelasan pelajaran kewarganegaraan dipapan tulis,dan langsung menoleh kebelakang.
 “Dias........., kamu telat lagi?”ucap pak firman seraya mendekati tempat dimana Dias berdiri.
Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut hitam Dias, dia hanya melihat sekeliling kelas sambil memendam jengkel pada Tino.
“keluar dari kelasku” kata pak firman datar, seraya menunjuk arah pintu keluar kelas.
Usai  pelajaran kewarganegaraan, Dias menuju kantin.  Bergabung dengan teman satu grubnya, dan melupakan semua kejadian yang telah berlalu dari tadi pagi. Saat sedang asyik bercanda, Dany tidak sengaja menumpahkan saos dilengan  Dias.
“aduh, maaf Dias” potong Dany, salah satu dari ketiga teman dias
“tak apa lah, biar aku ke toilet untuk membersihkan ini,” tangkis Dias sambil berdirii dari tempat duduk dikantin.
Dias  melangkah  tanpa memperhatikan jalan, hanya berusaha membersihkan keadan lengannya yang penuh dengan saos dari tangan Deny tadi. Ketika hampir sampai ditoilet, dan melewati tikungan menuju kamar mandi satu,
“dugg .....” Dias dan Tino saling bertubrukkan.
“maaf, maaf, maaf....” ucap Tino tanpa memperhatikan siapa yang menabraknya tadi.
 “apa maksudmu tadi dikelas?” bentak Dias jengkel, sambil membersihkan debu di badannya, usai jatuh tadi.
Tanpa tangkisan kata apapun, Tino meninggalkan dias dengan keadaan muka merah. Pukul 12.30, para murid mulai berhamburan keluar. Dias berjalan menuju gerbang sekolah yang berada dibelakang ruang H-7, ruangan terakhir pelajaran Dias.
Dias menunggu kedatangan Deny, Reva, billy, dan Efan. Dengan ke empat temannya tadi, ia  selalu mampir di warung mpok Emy penjual kopi tubruk jawa. Setelah puas menikmati secangkir kopi mpok Emy, Dias baru melangkah menuju rumah di gang mawar no.13. di situlah dias hidup bersama ibu dan adik perempuannya, Emil yang duduk di bangku SMP kelas 2.
Selama 2 tahun teakhir, mereka hidup dari kantong Emil. Ke tiga beasiswa yang didapatkan Emil sejak masuk SMP 1 Harapan Jaya, dapat mencukupi kehidupan keluarga dan sedikit meringankan beban tanggungan biaya Dias yang duduk di kelas 2 SMA.
“mana Emil bu? Aku laper” tanya Dias yang sedang melepas putih abu-abu dikamar mandi.
 “tahan laparmu, lauk telurnya baru dibellikan adikmu” ucap lirih ibu Dias, sambil memberikan air putih kepada Dias
Tanpa sempat mengambil air putih ditangan ibunya, Dias langsung masuk kamar dan menutup pintu triplek. Hampir 2 jam, Emil pergi membeli telur diwarung bu Endang. Rasa curiga mulai menggatal, Dias keluar kamar dan berniat menyeret adik perempuan satu-satunya itu pulang kerumah. Tanpa pamit, Dias perlahan menuju pintu samping rumah menghindar dari keberadaan ibunya dan keluar rumah. Belum sempat keluar pintu, Dias mendengar suara montor Tino berhenti didepan rumah. Seketika itu juga, Dias memutar arah menuju ruang tamu. Kagetnya, Dias mendapatkan Emil bersama Tino dengan luka kaki yang telah diobati, berjalan menuju ruang tamu.
“ kenapa bisa terjadi seperti ini nak??” tanya sang ibu sambil memeluk emil.
 “brug........., ”genggaman dias jatuh di pipi kanan tino yang sedang berdiri didekat emil
“pulang kau sekarang juga” ucap dias tanpa memperhatikan keadaan haru diruang tamu. Sejak saat itu, kebencian dias semakin memuncak pada tino.
Kebiasaan merokok dias semakin menjadi. kini intensitasnya semakin bertambah. Kebiasaan merokok inilah yang mengubah gaya hidup dias menjadi semakin tidak karuan.
Selama tiga bulan penyakit komplikasi paru-paru kanan sang ibu disembunyikan secara rapi. Hingga dias dan emil tidak mengetahui penyakit komplikasi akut yang diderita ibunya.
Tidak seperti biasanya, emil telah bergegas ke sekolah sejak pukul 06.30 pagi tadi. Di ikuti dias yang mulai memperbaiki jadwal hidupnya. Kali ini dias lebih rajin, entah ada udang dibalik batu seperti apa yang dapat mengubah presepsi sikap baik dias ini. Pukul 7 kurang 15 menit, dias telah menenteng tas menuju sekolah yag jarak dari rumahnya hampir satu kilometer.
Pagi itu, tino datang kerumah. Tino berniat memberikan buku tugas minggu kemarin yang ditinggalkan dias dimeja kelas. 3 kali mngetuk pintu, tino masih belum mendapatkan jawaban dari dalam rumah. Akhirnya, pintu samping rumah dias didobrak tino. Terkapar seorang perempuan lanjut usia dibelakang pintu depan. Tanpa pikir panjang, tino langsung menyalakan sepeda motor melaju kesekolah dan ingin mengabarkan kabar buruk ini.























Cerita Pendek
Kisah nyata atau fiksi yang ditulis:
tentang seseorang atau suatu peristiwa atau suatu kejadian yang menarik perhatian,
dikemukakan dengan model cerita,
dituangkan dalam satu kali pemaparan secara all-in (awal sampai akhir harus selesai dalam satu tulisan)
Pilihan Topik/Tema (1-4)
Mendapat sangsi karena berbuat “ngawur” (teori kognisi)
Terjerumus ke dalam narkoba karena teman (teori medan)
Tersisih dalam pergaulan karena terlalu mengejar keuntungan (teori pertukaran sosial)
Pementasan yang gagal karena respon penonton mengecewakan (teori belajar sosial
·         Terlalu banyak pekerjaan sehingga semuanya tidak sukses (teori peran)
Peniruan yang membabi buta (imitasi)
Tertipu oleh rayuan serigala berbulu domba (sugesti karena pikiran bingung)
Idolaku, teladanku, mengapa kau buat video porno? (identifikasi)
Cacatmu adalah kelebihanmu (simpati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar