Senin, 06 Januari 2014

contoh karya tulis ilmiah anak SMA tema sosial dan agama



KARYA ILMIAH MENEBAR IMAN KE DALAM QOLBU
                                               MENEBAR BENIH IMAN
                                         KE DALAM QOLBU MAHATIKU
                             (MA NU HASYIM ASY'ARI 3 KUDUS)
  
                                           KATA PENGANTAR
Segala puji milik Allah SWT sungguh dia telah menciptakan manusia untuk menebarkan rasa benih iman untuk menggapai perdamaian, Namun manusia cenderung lalai dan saling menebarkan rasa permusuhan akibat campur tangan iblis.
Secara kodrat, Allah SWT telah menganugrahkan rasa cinta kasih dan perdamaian kedalam sanubari manusia, rasa itu perlu dipupuk sejak dini, agar tetap terjaga seutuhnya, oleh karena itu penanaman benih-benih iman perlu dilakukan kepada para generasi di era sekarang ini.
Betapapun kecil dan sederhananya karya tulis ilmiah yang saya goreskan lewat tinta ini semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin
Untuk itu penulIs mengucapkan terimakasih kepada :
1.      Bpk Drs.H. Cipto Hadi Saputra, M. Pd.I selaku kepala madrasah.
2.      Bpk dan Ibu guru MA NU Hasyim Asy’ari 3 Kudus yang saya hormati.
3.      Ibu Yayik Arisanti, S.Pd selaku guru pembimbing.
4.      Kelurga yang senantiasa mendo’akan di rumah.
5.      Teman-teman yang selalu memberikan dukungan.
Akhir kata penulis mohon maaf atas segala kekurangan dalam merangkai kata-kata dan penulisan karya tulis ilmiah ini.









       BAB 1
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
                        Zikir dan berdo’a adalah salah satu sarana untuk berkomuikasi dengan Allah SWT, yang membimbing kita untuk membentuk jati diri seseorang, jati diri yang dimaksud disini adalah jati diri yang baik, seperti memberi motifasi, pembangkitan semangat dan dorongan terhadap diri kita sendiri dan orang lain, sehingga pada akhirnya mereka bisa memaknai apa arti hidup ini.
Hati adalah kunci semua ini.
Yang di maksud hati disini adalah sebagai sarana hubungan antara manusia dengan sang holiq. Maka, kalau kita praktek rohani seperti berdo’a dan berzikir harus memakai hati. Namun kerap kali ketika kita mau mengarahkan atau meluruskan hati dalam do’a dan zikir mengalami kesulitan, mengingat selama ini hati didaya gunakan sedemikian rupa, dimana sebagian besar hidup manusia sekarang ini, sering memakai otak ketimbang hatinya dalam menjalani hidupnya sehari-hari.
Nah......................... disinilah hati sudah dikuasai oleh otak, oleh karena itu peneliti akan membuat penelitian mengenai “ Menaburkan benih iman ke dalam kolbu di lingkungan  MAHATIKU ’’
Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang penebaran benih iman ke dalam qolbu, terlebih dahulu kita harus mengenal apa itu iman?????????????
Iman adalah tanggapan manusia terhadap wahyu yang diberikan oleh Allah SWT.
Iman merupakan sikap dan keterbukaan diri manusia untuk menerima, mengakui dan mengimani keesaan Allah SWT, dengan iman kita dibawa pada pertemuaan, perjumpaan, dan kesatuan yang akrab mesra dengan Allah SWT. Yang menjadi sumber keselamatan umat manusia baik di dunia maupun di akherat, karena manusia adalah makhluk  yang derajatnya paling tinggi diantara makhluk-makhluk yang lain.
Namun berbeda dengan era zaman sekarang ini karena iman yang tipis yang dimiliki generasi muda zaman sekarang ini mengakibatkan banyak sekali kehancuran, kehancuran yang dimaksud disini adalah kehancuran bagi diri sendiri, orang lain, dan negara, sebab generasi zaman sekarang ini memiliki  perilaku-perilaku buruk di lingkungan kita yang meresahkan masyarakat akibat pergaulan bebas contohnya: perilaku yang semena-mena, memakai pakaian yang tidak pantas, kurangnya sopan santun, dll. kurang diperhatikannya budaya ketimuran  sehingga banyak perselisihan dan perdebatan dimana-mana.
 Sehingga negara kita yang sedang dilanda krisis keimanan atau kepercayaan juga  menimbulkan gejolak-gejolak yang sifatnya arogan, yang dilakukan para generasi sekarang ini, sehingga mengakibatkan kurangnya rasa solidaritas  baik sesama generasi maupun terhadap pemerintah, sehingga pada akhir-akhir ini banyak terdapat kelompok-kelompok yang menyatakan anti pemerintah atau menentang pemerintah seperti kenaikan harga BBM pada beberapa hari yang lalu, korupsi dimana-mana,tawuran.dll.
Disinilah iman sangat dibutuhkan karena beriman bukan urusan pribadi saja tetapi juga memihak kepada Allah SWT dengan demikian kita berada disisinya. Iman atau kepercayaan menuntut pertanggung jawaban sosial atas apa yang di imaninya, sedangkan generasi di era sekarang ini lebih dikatakan tipis iman atau kepercayaan terhadap budaya, berbangsa dan berngara, bahkan mereka tidak mengenalnya sama sekali, contohnya: sopan santun, saling menghormati, dan saling menghargai sesama generasi maupun orang tua, kita sangat prihatin sekali melihat kondisi bangsa kita di era sekarang ini.
Maka dari itu untuk mengantisipasi hal tersebut adalah merupakan tugas  dan kewajiban bagi kita bersama untuk saling mengingatkan antara satu dengan yang lainnya. Kita bisa Memulainya dengan cara lingkup kecil contohnya disekolah saya, memulainya dengan membaca Al- Qur’an dan merenungkannya, mengajak teman-teman untuk berbuat kebaikan, mengadakan pengajian, mendengarkan mimbar agam dari televisi, radio, sms, dll.
Kita percaya bahwa Allah SWT yang memulai karya terbaik di antara kita, pasti akan menyelesaikannya dengan baik pula.

B.      Rumusan Masalah.
Bagaimana cara menebarkan benih iman dan memperoleh iman ke dalam qolbu seseorang di lingkungan MAHATIKU?

C.      Tujuan Penelitian.
1.      Untuk memperbaiki Ahlakul Qarimah di era sekarang ini.
2.      Untuk menumbuhkan rasa solidaritas para generasi muda.
3.      Untuk mengembalikan norma-norma kehidupan dan bernegara.
4.      Untuk menjunjung tinggi adat ketimuran

D.     Manfaat Penelitian.
1.      Manfaat bagi siswa siswi di MA NU Hasyim Asyari 3 Kudus
a.      Siswa siswi dapat bersatu dalam hal mewujudkan  sesuatu secara bersama-sama.
b.      Siswa siswi di MAHATIKU dapat mempunyai jiwa yang memiki rasa saling tolong menolong antara sesama dan adanya rasa perduli terhadap teman maupun orang lain.
2.      Manfaat bagi Guru
a.      Guru dapat lebih mudah mengendalikan siswa siswi di MAHATIKU.
b.      Guru dapat lebih  mudah memberi motifasi terhadap keberhasilan pembelajaran.

3.      Manfaat bagi Sekolah
a.      Sekolah bisa lebih maju di dukung dengan kemajuan siswa siswi yang bersatu dalam hal-hal kebaikan.
b.      Kepercayaan masyarakat pada sekolah bisa terangkat sehingga banyak siswa siswi yang masuk di MAHATIKU.


4.      Manfaat bagi akademik
Berdasarkan permasalahan yang telah di tuliskan di atas maka secara akademik penelitian ini  di harapkan mampu memberikan sumbangan atau motifasi yang berarti dalam meningkatkan kualitas penelitian sejenis pada masa yang akan datang.

5.      Manfaat bagi negara
Agar negara kita kembali menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi ayem tentrem karto toto raharjo( negara yang damai, tantram, subur makmur, serta sejahtera/ bahagia).




ANGKET PENELITIAN DENGAN JUDUL
 “MENEBAR BENIH IMAN KE DALAM QOLBU MAHATIKU”

Isilah pernyataan-pernyataan dibawah ini sesuai dengan apa adanya!
1.      Setiap kita bangun tidur, kita harus mengucapkan syukur karena telah dianugrahkan umur sampai saat ini.
a.      Sangat setuju                    c. Setuju
b.      Kurang setuju                    d. Tidak perduli
2.      Setiap kita  keluar rumah untuk berpergian kita harus memohon do’a restu dari kedua orang tua.
a.      Sangat setuju                    c. Setuju
b.      Kurang setuju                    d. Tidak perduli
3.      Kalau kita mendapatkan musibah kita harus bersabar.
a.      Sangat setuju                    c. Setuju
b.      Kurang setuju                    d. Tidak perduli
4.      Setiap kita menghadapi masalah atau kesulitan dalam hidup ini kita harus memohon petunjuk kepada Allah SWT.
a.      Sangat setju                      c. Setuju
b.      Kurang setuju                    d. Tidak perduli
5.      Kalau ada teman kita yang mengalami kesulitan kita harus menolongnya.
a.      Sangat setuju                    c. Setuju
b.      Kurang setuju                    d. Tidak setuju 
6.      Kita harus mendalami tentang pelajaran agama.
a.      Sangat setuju                    c. Setuju         
b.      Kurang setuju                    d. Tidak perduli
7.      Kita harus lebih mengenal dan mempelajari  budaya atau adat ketimuran.
a.      Sangat setuju                    c. Setuju
b.      Kurang setuju                    d. Tidak perduli
8.      Kita harus selalu mengingat tentang keagungan Allah SWT.
a.      Sangat setuju        .           c. Setuju         
b.      Kurang setuju                    d. Tidak perduli
9.      Kita harus selalu jujur kepada siapapun.
a.      Sangat setuju                    c. Setuju
b.      Kurang setuju                    d. Tidak perduli
10.  Kita harus selalu bersyukur dalam menghadapi kondisi apapun.
a.      Sangat setuju                    c. Setuju
b.      Kurang setuju                    d. Tidak setuju




BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
Umumnya, orang secara naluriah  menggunakan kesadaran pikiran dalam relasasi antar pribadi,sehingga kadang ia tidak mudah menerima ucapan lawan bicaranya  secara “apa adanya” sebagai objek pembicaraan yang netral. Mengapa? Karena setiap diajak bicara, ia sudah beropini ( suka, setuju, cocok, positif, negative, dan sebagainya ). Naluri inilah yang seringkali menjadi dialog tidak fokus.
Kesadaran pikiran berbeda dengan kesadaran melampau pikiran ( awareness ). Anwareness adalah kesadaran yang  tidak lagi melibatkan pikiran analitis. Dalam bahasa jawa ini disebut eling, atau menggunakan batin atau hati. Meski demikian, suara hati tidak selamanya benar, karena hati cenderung dicemari oleh pikiran yang mencari rasionalisasi dan mementingkan diri sendiri. Disinilah perlunya senantiasa menjaga hati.  ( J. Sudrijanta,  SJ, Temu Kebatinan XXIII, 16 )
Allah SWT. Telah mengatur penyebab dan cara-cara tertentu sehingga seseorang akan sampai kepada sesuatu yang dicari dan diinginkannya. Sesungguhnya pencarian terbesar seluruh umat manusia adalah mencari iman. Allah SWT. Telah merencanakan banyak unsur-unsur pokok untuk hal tersebut, yang membawa  dan menguatkannya serta penyebab lainnya yang menambah dan mengembangkannya. Jika seorang hamba melakukannya maka kepastian dan keimanan mereka akan menguat.
Penyebab turunnya iman dibedakan menjadi 2 yaitu sebagai berikut:
1.      Sebab- sebab dari dalam:
a.    Kebodohan
Ini adalah salah satu sebab yang terbesar bagi turunya keimanan, Orang yang bodoh bahkan sebaliknya, karena perbuatan kebodohan yang melampaui batas yang ia kerjakan dan karena kurangnya ilmu, dia mungkin lebih mengutamakan kapada hal-hal yang membawa kepada kerugiannya. Hal ini karena ukuran dalam dirinya telah berubah dari atas ke bawah dan juga  karena sudut pandangan yang lemah.
Ilmu terletak pada akar semua kebaikan dan kebodohan terletak pada akar semua kejahatan.
Alasan utama dari  cinta kepada penindasan, pelanggaran dan melakukan perbuatan hina dan melakukan perbuatan tidak sah lainnya adalah kebodoh kejahatan niat dalam hati. Dari sini, kebodohan penyebab utama dari kejahatanperbuatan dan kelemahan iman.
b.      Ketidakpedulian, keengganan, dan melupakan
Ketiga hal ini merupakan penyebab yang luar biasa bagi menurunya iman. Seseorang yang  terpukul dengan ketidakpedulian, disukarkan dengan melupakan dan berpaling, maka imannya akan menurun sesuai kehadiran dari pada ketiga penyebab ini. Itu akan menimbulkan penyakit hati atau kematian hati karena pengaruhnya oleh kesalahan pandangan dan hawa nafsu.


c.       Berbuat tidak patuh dan melakukan perbuatan berdosa
Kerugian dan dampak yang jelek dari faktor ini terhadap kondisi iman sangatlah jelas. Iman akan bertambah dengan kepatuhan dan menurun dengan ketidakpatuhan. Hanya dengan melakukan amal wajib dan amal sunnah yang Allah telah tetapkan akan menambah iman, sedangkan melakukan perbuatan terlarang dan tidak disukai Allah bisa menurunkan iman.Bagaimanapun juga, derajat dosa berbeda tingkatannya, sesuai yang dengan kejahatan yang mereka datangkan dan kehebatan kerugian yang ditimbulkannya.
d.      Jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat
Ini adalah jiwa yang terhukum, yang mana Allah meletakkan kejahatan di dalamnya kepada seseorang. Jiwa itu memerintahkan dia kepada setiap kejahatan, mengundangnya kepada semua resiko dan membimbingnya kepada kekerasan. Maka disaat salah satu melemah, maka yang lain menguat. Ketika seseorang bersenang-senang dengan sesuatu, maka yang lain menderita sebagai akibatnya. Tidak ada jiwa yang lebih sulit bagi jiwa yang selalu menyuruh berbuat jahat dari pada melakukan perbuatan demi Allah dan yang lebih mengutamakan kerindhoannya dibandingkan kepuasannya sendiri. Juga, tidak ada yang lebih sulit bagi jiwa yang tenang dari pada melakukan perbuatan yang selain untuk Allah. Dan perang akan terus berlangsung, tidak akan bisa berhenti sebelum waktu perjanjian hidup di dunia telah berakir.
2.      Sebab-sebab dari luar :
a.      Syaitan
Syaitan memegang peranan untuk menjadi alasan dari luar yang kuat, yang menyebabkan iman turun. Syaitan adalah musuh yang hebat bagi orang yang beriman. Dia menimbulkan bencana untuk menyusahkan kaum beriman. Dia tidak mempunyai keinginan atau tujuan selain memukul iman dalam hati orang yang beriman untuk melemahkan dan merusaknya.

b.     Bujukan dan rayuan dunia
Salah satu sebab penurunan dan melemahnya iman adalah untuk memenuhi waktu seseorang dengannya, dipersembahkan untuk mencarinya dan untuk berlomba dengan kesenangannya, godaan, dan bujukannya. Kapan saja seorang hamba rindu kepada kehebatan dunia ini dan hatinya menjadi tertarik kepadanya, maka ketaatannya akan melemah dan imannya akan berkurang sesuai ketertarikannya kepada dunia itu. Dengan bujukan dan rayuan dunia ini akan mengacaukan iman seseorang.
c.    Pergaulan yang buruk

Mereka adalah orang yang paling merugikan bagi orang yang beriman, baik dalam sikap dan perilaku. Bercampur dengan mereka dan menemani mereka adalah penyebab terbesar yang bisa menurunkan dan memperlemah iman. Seorang manusia jangan sampai berteman dengan seseorang yang akan mengajaknya kepada perbuatan dan jalan yang menyedihkan. Maka pandai-pandailah dalam berteman dan memilih teman. ( Syikh Abdur Razzaaq al-Abbaad, Sebab-Sebab Naik Turunnya Iman, 122-164 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar