KARYA
ILMIAH MENEBAR IMAN KE DALAM QOLBU
MENEBAR BENIH IMAN
KE
DALAM QOLBU MAHATIKU
(MA NU
HASYIM ASY'ARI 3 KUDUS)
KATA PENGANTAR
Segala puji milik Allah SWT sungguh
dia telah menciptakan manusia untuk menebarkan rasa benih iman untuk menggapai
perdamaian, Namun manusia cenderung lalai dan saling menebarkan rasa permusuhan
akibat campur tangan iblis.
Secara kodrat, Allah SWT telah
menganugrahkan rasa cinta kasih dan perdamaian kedalam sanubari manusia, rasa
itu perlu dipupuk sejak dini, agar tetap terjaga seutuhnya, oleh karena itu
penanaman benih-benih iman perlu dilakukan kepada para generasi di era sekarang
ini.
Betapapun kecil dan sederhananya
karya tulis ilmiah yang saya goreskan lewat tinta ini semoga bermanfaat bagi
kita semua. Amin
Untuk itu penulIs mengucapkan
terimakasih kepada :
1. Bpk
Drs.H. Cipto Hadi Saputra, M. Pd.I selaku kepala madrasah.
2. Bpk dan
Ibu guru MA NU Hasyim Asy’ari 3 Kudus yang saya hormati.
3. Ibu
Yayik Arisanti, S.Pd selaku guru pembimbing.
4. Kelurga
yang senantiasa mendo’akan di rumah.
5. Teman-teman
yang selalu memberikan dukungan.
Akhir kata penulis mohon maaf atas
segala kekurangan dalam merangkai kata-kata dan penulisan karya tulis ilmiah
ini.
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Zikir dan berdo’a adalah salah satu sarana untuk berkomuikasi dengan Allah SWT,
yang membimbing kita untuk membentuk jati diri seseorang, jati diri yang
dimaksud disini adalah jati diri yang baik, seperti memberi motifasi,
pembangkitan semangat dan dorongan terhadap diri kita sendiri dan orang lain,
sehingga pada akhirnya mereka bisa memaknai apa arti hidup ini.
Hati adalah kunci semua ini.
Yang
di maksud hati disini adalah sebagai sarana hubungan antara manusia dengan sang
holiq. Maka, kalau kita praktek rohani seperti berdo’a dan berzikir harus
memakai hati. Namun kerap kali ketika kita mau mengarahkan atau meluruskan hati
dalam do’a dan zikir mengalami kesulitan, mengingat selama ini hati didaya
gunakan sedemikian rupa, dimana sebagian besar hidup manusia sekarang ini,
sering memakai otak ketimbang hatinya dalam menjalani hidupnya sehari-hari.
Nah.........................
disinilah hati sudah dikuasai oleh otak, oleh karena itu peneliti akan membuat
penelitian mengenai “ Menaburkan benih iman ke dalam kolbu di lingkungan
MAHATIKU ’’
Sebelum
kita mengenal lebih jauh tentang penebaran benih iman ke dalam qolbu, terlebih
dahulu kita harus mengenal apa itu iman?????????????
Iman
adalah tanggapan manusia terhadap wahyu yang diberikan oleh Allah SWT.
Iman
merupakan sikap dan keterbukaan diri manusia untuk menerima, mengakui dan
mengimani keesaan Allah SWT, dengan iman kita dibawa pada pertemuaan,
perjumpaan, dan kesatuan yang akrab mesra dengan Allah SWT. Yang menjadi sumber
keselamatan umat manusia baik di dunia maupun di akherat, karena manusia adalah
makhluk yang derajatnya paling tinggi diantara makhluk-makhluk yang lain.
Namun berbeda dengan era zaman
sekarang ini karena iman yang tipis yang dimiliki generasi muda zaman sekarang
ini mengakibatkan banyak sekali kehancuran, kehancuran yang dimaksud disini adalah
kehancuran bagi diri sendiri, orang lain, dan negara, sebab generasi zaman
sekarang ini memiliki perilaku-perilaku buruk di lingkungan kita yang
meresahkan masyarakat akibat pergaulan bebas contohnya: perilaku yang
semena-mena, memakai pakaian yang tidak pantas, kurangnya sopan santun, dll.
kurang diperhatikannya budaya ketimuran sehingga banyak perselisihan dan
perdebatan dimana-mana.
Sehingga negara kita yang
sedang dilanda krisis keimanan atau kepercayaan juga menimbulkan
gejolak-gejolak yang sifatnya arogan, yang dilakukan para generasi sekarang
ini, sehingga mengakibatkan kurangnya rasa solidaritas baik sesama
generasi maupun terhadap pemerintah, sehingga pada akhir-akhir ini banyak
terdapat kelompok-kelompok yang menyatakan anti pemerintah atau menentang
pemerintah seperti kenaikan harga BBM pada beberapa hari yang lalu, korupsi
dimana-mana,tawuran.dll.
Disinilah
iman sangat dibutuhkan karena beriman bukan urusan pribadi saja tetapi juga
memihak kepada Allah SWT dengan demikian kita berada disisinya. Iman atau
kepercayaan menuntut pertanggung jawaban sosial atas apa yang di imaninya,
sedangkan generasi di era sekarang ini lebih dikatakan tipis iman atau
kepercayaan terhadap budaya, berbangsa dan berngara, bahkan mereka tidak
mengenalnya sama sekali, contohnya: sopan santun, saling menghormati, dan
saling menghargai sesama generasi maupun orang tua, kita sangat prihatin sekali
melihat kondisi bangsa kita di era sekarang ini.
Maka
dari itu untuk mengantisipasi hal tersebut adalah merupakan tugas dan
kewajiban bagi kita bersama untuk saling mengingatkan antara satu dengan yang
lainnya. Kita bisa Memulainya dengan cara lingkup kecil contohnya disekolah
saya, memulainya dengan membaca Al- Qur’an dan merenungkannya, mengajak
teman-teman untuk berbuat kebaikan, mengadakan pengajian, mendengarkan mimbar
agam dari televisi, radio, sms, dll.
Kita
percaya bahwa Allah SWT yang memulai karya terbaik di antara kita, pasti akan
menyelesaikannya dengan baik pula.
B. Rumusan
Masalah.
Bagaimana cara menebarkan benih iman
dan memperoleh iman ke dalam qolbu seseorang di lingkungan MAHATIKU?
C. Tujuan
Penelitian.
1. Untuk memperbaiki Ahlakul Qarimah di era sekarang ini.
2. Untuk menumbuhkan rasa solidaritas para generasi muda.
3. Untuk mengembalikan norma-norma kehidupan dan bernegara.
4. Untuk menjunjung tinggi adat ketimuran
D. Manfaat
Penelitian.
1. Manfaat bagi siswa siswi di MA NU Hasyim Asyari 3 Kudus
a. Siswa siswi dapat bersatu dalam hal mewujudkan sesuatu
secara bersama-sama.
b. Siswa siswi di MAHATIKU dapat mempunyai jiwa yang memiki
rasa saling tolong menolong antara sesama dan adanya rasa perduli terhadap
teman maupun orang lain.
2. Manfaat bagi Guru
a. Guru dapat lebih mudah mengendalikan siswa siswi di
MAHATIKU.
b. Guru dapat lebih mudah memberi motifasi terhadap
keberhasilan pembelajaran.
3. Manfaat bagi Sekolah
a. Sekolah bisa lebih maju di dukung dengan kemajuan siswa
siswi yang bersatu dalam hal-hal kebaikan.
b. Kepercayaan masyarakat pada sekolah bisa terangkat sehingga
banyak siswa siswi yang masuk di MAHATIKU.
4. Manfaat bagi akademik
Berdasarkan permasalahan yang telah di tuliskan di atas maka
secara akademik penelitian ini di harapkan mampu memberikan sumbangan
atau motifasi yang berarti dalam meningkatkan kualitas penelitian sejenis pada
masa yang akan datang.
5. Manfaat bagi negara
Agar negara kita kembali menjadi negara yang gemah ripah loh
jinawi ayem tentrem karto toto raharjo( negara yang damai, tantram, subur
makmur, serta sejahtera/ bahagia).
ANGKET
PENELITIAN DENGAN JUDUL
“MENEBAR BENIH IMAN KE DALAM QOLBU MAHATIKU”
Isilah pernyataan-pernyataan dibawah ini sesuai dengan apa
adanya!
1. Setiap
kita bangun tidur, kita harus mengucapkan syukur karena telah dianugrahkan umur
sampai saat ini.
a. Sangat
setuju
c. Setuju
b. Kurang
setuju
d. Tidak perduli
2. Setiap
kita keluar rumah untuk berpergian kita harus memohon do’a restu dari
kedua orang tua.
a. Sangat
setuju
c. Setuju
b. Kurang
setuju
d. Tidak perduli
3. Kalau
kita mendapatkan musibah kita harus bersabar.
a. Sangat
setuju
c. Setuju
b. Kurang
setuju
d. Tidak perduli
4. Setiap
kita menghadapi masalah atau kesulitan dalam hidup ini kita harus memohon
petunjuk kepada Allah SWT.
a. Sangat
setju
c. Setuju
b. Kurang
setuju
d. Tidak perduli
5. Kalau
ada teman kita yang mengalami kesulitan kita harus menolongnya.
a. Sangat
setuju
c. Setuju
b. Kurang
setuju
d. Tidak setuju
6. Kita
harus mendalami tentang pelajaran agama.
a. Sangat setuju
c. Setuju
b. Kurang setuju
d. Tidak
perduli
7. Kita
harus lebih mengenal dan mempelajari budaya atau adat ketimuran.
a. Sangat
setuju
c. Setuju
b. Kurang
setuju
d. Tidak perduli
8. Kita
harus selalu mengingat tentang keagungan Allah SWT.
a. Sangat setuju
. c. Setuju
b. Kurang
setuju
d. Tidak perduli
9. Kita
harus selalu jujur kepada siapapun.
a. Sangat
setuju
c. Setuju
b. Kurang
setuju
d. Tidak perduli
10. Kita
harus selalu bersyukur dalam menghadapi kondisi apapun.
a. Sangat
setuju
c. Setuju
b. Kurang
setuju
d. Tidak setuju
BAB
2
TINJAUAN PUSTAKA
Umumnya, orang secara naluriah
menggunakan kesadaran pikiran dalam relasasi antar pribadi,sehingga kadang ia
tidak mudah menerima ucapan lawan bicaranya secara “apa adanya” sebagai
objek pembicaraan yang netral. Mengapa? Karena setiap diajak bicara, ia sudah
beropini ( suka, setuju, cocok, positif, negative, dan sebagainya ). Naluri
inilah yang seringkali menjadi dialog tidak fokus.
Kesadaran pikiran berbeda dengan
kesadaran melampau pikiran ( awareness ). Anwareness adalah
kesadaran yang tidak lagi melibatkan pikiran analitis. Dalam bahasa jawa
ini disebut eling, atau menggunakan batin atau hati. Meski demikian,
suara hati tidak selamanya benar, karena hati cenderung dicemari oleh pikiran
yang mencari rasionalisasi dan mementingkan diri sendiri. Disinilah perlunya
senantiasa menjaga hati. ( J. Sudrijanta, SJ, Temu Kebatinan XXIII,
16 )
Allah SWT. Telah mengatur penyebab
dan cara-cara tertentu sehingga seseorang akan sampai kepada sesuatu yang
dicari dan diinginkannya. Sesungguhnya pencarian terbesar seluruh umat manusia
adalah mencari iman. Allah SWT. Telah merencanakan banyak unsur-unsur pokok
untuk hal tersebut, yang membawa dan menguatkannya serta penyebab lainnya
yang menambah dan mengembangkannya. Jika seorang hamba melakukannya maka
kepastian dan keimanan mereka akan menguat.
Penyebab turunnya iman dibedakan
menjadi 2 yaitu sebagai berikut:
1. Sebab-
sebab dari dalam:
a. Kebodohan
Ini adalah salah satu sebab yang
terbesar bagi turunya keimanan, Orang yang bodoh bahkan sebaliknya, karena
perbuatan kebodohan yang melampaui batas yang ia kerjakan dan karena kurangnya
ilmu, dia mungkin lebih mengutamakan kapada hal-hal yang membawa kepada
kerugiannya. Hal ini karena ukuran dalam dirinya telah berubah dari atas ke
bawah dan juga karena sudut pandangan yang lemah.
Ilmu terletak pada akar semua
kebaikan dan kebodohan terletak pada akar semua kejahatan.
Alasan utama dari cinta kepada
penindasan, pelanggaran dan melakukan perbuatan hina dan melakukan perbuatan
tidak sah lainnya adalah kebodoh kejahatan niat dalam hati. Dari sini,
kebodohan penyebab utama dari kejahatanperbuatan dan kelemahan iman.
b. Ketidakpedulian,
keengganan, dan melupakan
Ketiga hal ini merupakan penyebab
yang luar biasa bagi menurunya iman. Seseorang yang terpukul dengan
ketidakpedulian, disukarkan dengan melupakan dan berpaling, maka imannya akan
menurun sesuai kehadiran dari pada ketiga penyebab ini. Itu akan menimbulkan penyakit
hati atau kematian hati karena pengaruhnya oleh kesalahan pandangan dan hawa
nafsu.
c. Berbuat
tidak patuh dan melakukan perbuatan berdosa
Kerugian dan dampak yang jelek dari
faktor ini terhadap kondisi iman sangatlah jelas. Iman akan bertambah dengan
kepatuhan dan menurun dengan ketidakpatuhan. Hanya dengan melakukan amal wajib
dan amal sunnah yang Allah telah tetapkan akan menambah iman, sedangkan
melakukan perbuatan terlarang dan tidak disukai Allah bisa menurunkan
iman.Bagaimanapun juga, derajat dosa berbeda tingkatannya, sesuai yang dengan
kejahatan yang mereka datangkan dan kehebatan kerugian yang ditimbulkannya.
d. Jiwa
yang selalu memerintahkan berbuat jahat
Ini adalah jiwa yang terhukum, yang
mana Allah meletakkan kejahatan di dalamnya kepada seseorang. Jiwa itu
memerintahkan dia kepada setiap kejahatan, mengundangnya kepada semua resiko
dan membimbingnya kepada kekerasan. Maka disaat salah satu melemah, maka yang
lain menguat. Ketika seseorang bersenang-senang dengan sesuatu, maka yang lain
menderita sebagai akibatnya. Tidak ada jiwa yang lebih sulit bagi jiwa yang
selalu menyuruh berbuat jahat dari pada melakukan perbuatan demi Allah dan yang
lebih mengutamakan kerindhoannya dibandingkan kepuasannya sendiri. Juga, tidak
ada yang lebih sulit bagi jiwa yang tenang dari pada melakukan perbuatan yang
selain untuk Allah. Dan perang akan terus berlangsung, tidak akan bisa berhenti
sebelum waktu perjanjian hidup di dunia telah berakir.
2. Sebab-sebab
dari luar :
a. Syaitan
Syaitan memegang peranan untuk
menjadi alasan dari luar yang kuat, yang menyebabkan iman turun. Syaitan adalah
musuh yang hebat bagi orang yang beriman. Dia menimbulkan bencana untuk
menyusahkan kaum beriman. Dia tidak mempunyai keinginan atau tujuan selain
memukul iman dalam hati orang yang beriman untuk melemahkan dan merusaknya.
b. Bujukan
dan rayuan dunia
Salah satu sebab penurunan dan
melemahnya iman adalah untuk memenuhi waktu seseorang dengannya, dipersembahkan
untuk mencarinya dan untuk berlomba dengan kesenangannya, godaan, dan
bujukannya. Kapan saja seorang hamba rindu kepada kehebatan dunia ini dan
hatinya menjadi tertarik kepadanya, maka ketaatannya akan melemah dan imannya
akan berkurang sesuai ketertarikannya kepada dunia itu. Dengan bujukan dan rayuan
dunia ini akan mengacaukan iman seseorang.
c. Pergaulan
yang buruk
Mereka adalah orang yang paling merugikan bagi orang yang
beriman, baik dalam sikap dan perilaku. Bercampur dengan mereka dan menemani
mereka adalah penyebab terbesar yang bisa menurunkan dan memperlemah iman.
Seorang manusia jangan sampai berteman dengan seseorang yang akan mengajaknya
kepada perbuatan dan jalan yang menyedihkan. Maka pandai-pandailah dalam
berteman dan memilih teman. ( Syikh Abdur Razzaaq al-Abbaad, Sebab-Sebab Naik
Turunnya Iman, 122-164 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar